TRESNO: September 2005Dua hari yang lalu adalah hari dengan penuh berkah. Hari dimana sebagian orang merayakan tahun baru, seharusnya semua baru, ya itu kata orang. Menurut saya si tahun akan sama. Cuma sebaiknya ada perbaikan aja tiap tahunnya. Tahun ini mungkin akan menjadi tahun berat bagiku karena insya allah aku akan lulus. Ya lulus dari sebuah institusi yang katanya number one in this country ( itu kata orang ). Selain itu juga karena mungkin aku akan semakin dekat dengan kehidupan sesungguhnya, kehidupan dimana semua orang akan benar2 membutuhkan, memarahi, atau mengejar2 date line ku. Namanya juga dunia kerja kali ya. Jadi inget pas jaman dulu awal sekolah. Kebetulan aku ga ada TK jadi umur 6 tahun langsung masuk SD di sebuah desa kecil di jawa tengah. Hari pertama masuk ga dianter ama ortu, kakak atau siapapun. Langsung aja di tinggal, padahal yang lain ditungguin sampai selesai. Aku bener2 nangis awalnya tapi dipikir2 emang harus berani. Makanya langsung aja kuberanikan diri kenalan ama anak cowo yang lain, eh kebetulan dia malah tetangga, tapi karena aku anak baru di desa dan belum pernah ketemu, main bareng ama dia jadi aku ga kenal. Akhirnya kudengarkan dan kuikuti aja perintah bapak guru yang serem didepan. Langsung aja semua anak dibagi jadi dua kelompok kebetulan emang ada dua SD sebenernya di tempat saya, tapi kebetulan pendaftarannya di gabung. Yah emang Allah berkehendak kali ya kebetulan aku satu SD dengan kakaku padahal aku bener2 ga tau, aku Cuma nuruti aja kata bapak didepan. Yah hari pertama yang menegangkan. Dan pada tahun ini saya harus menentukan harus kemana aku sebenarnya. Agak ga percaya diri juga sebenarnya, padahal jelas2 banyak yang kasih support. Tapi mau gimana lagi giliranku sudah hampir datang mudah2an Allah memberikanku umur yang panjang dan manfaat serta ilmu yang manfaat. Ingin sekali sebenarnya aku berguna banget bagi orang lain tapi gimana caranya, sempet juga kepikiran berpetualang ke daerah2 terpencil untuk yah sekedar mengajarkan baca dan tulis. Juga kepikiran punya panti asuhan yang melindungi anak2 jalanan yang ga jelas nasibnya, ato pembinaan anak2 desa kecil yang sebenarnya punya potensi tapi kurang teroptimalkan, karena nasib bangsa ini ditangan mereka. Yah apalagi sekarangkan jaman globalisasi juga takutnya itu masuk begitu saja ke mereka dan mereka belum bisa memfilter mana yang sebenarnya sesuai dengan kebutuhan. Soalnya agak miris juga jika ngeliat keadaan di tempat saya kecil dulu wah semuanya telah berubah 90%. Yang tadinya banyak anak2 ngaji yah sekarang bisa diitung. Yang tadinya mainan kulit jeruk sekarang PS2 bahkan HP. Yah ga tau itu baik ato ga tapi yang jelas serasa tidak ada kepribadian aja. Apa iya nasib negeri ini akan sesuai diberikan kemereka dan saya!!!